Cerpen : Si Gadis Manis Berlesung Pipi


Ini rasa yang berbeda setelah sekian lama aku tidak menginjakkan kaki di tanah Jakarta. Kota yang komplit dengan segala permasalahan di dalamnya. Kota yang tak pernah terbersit sedikitpun di dalam pikiranku untuk merindukannya. Selama dua minggu kedepan aku akan berlibur di sana, ya sekedar untuk bisa menikmati lagi sensasi macetnya, menghirup polusi udaranya yang menggelitik hidungku, dan yang paling utama, untuk bertemu ibuku tercinta.

Penerbangan Senin pagi yang menyenangkan, ucapku hanya di pikiran ketika melihat senyum manis seorang gadis berlesung pipi duduk di sebelahku sedang menawarkan roti gandum miliknya padaku. Baca lebih lanjut

Cerpen: Another Jane


Soekarno Hatta Airport, 11:00am.

Terminal kedatangan luar negeri. Ramai suara hiruk pikuk orang-orang yang baru saja turun dari pesawat yang mendarat seusai transit di Changi International Airport, Singapura. Sebagian besar warganegara asing. Perempuan itu mengedarkan pandangan ke segala arah. Ada banyak hal yang serasa mengaduk-aduk isi kepalanya. Ia merasa pernah melintasi tempat yang sama, melihat kesibukan yang sama, namun tak ingat kapan dan bersama siapa. Yang kini ada di sampingnya hanya seorang pria Cina berkacamata hitam, berumur sekitar tiga puluh tahunan dan tengah sibuk dengan ponsel di telinga. Sedangkan di belakang mereka, tiga pria bule mengawasi begitu ketat, seolah menghalangi ruang geraknya. Baca lebih lanjut

Oleh-oleh di Minggu Pagi


Hari ini gue mau coba menshare dikit apa yang udah gue dapat dari ibadah Minggu pagi di GSJA (Gereja Sidang Jemaat Allah) Betlehem Bogor dengan pendeta yang melayani adalah Pdt. Ari Multi Ardania.

Ini gue list beberapa kalimat yang tadi sempat gue catet :

1. (Pembacaan Firman dari 1 Petrus 1-13-16) “Satu yang membuat kita kudus adalah firman Tuhan. Harus hidup kudus!” Ini tegas dan menusuk, hidup kudus tidaklah mudah. Dimulai dari pikiran yang bersih, perasaan yang terjaga, dan tingkah laku yang sesuai dengan firman Tuhan. Tapi seperti Pdt. Arif jelaskan tadi di dalam khotbahnya, dengan membaca firman Tuhan setiap harinya, hidup kudus menjadi lebih muda. Karena pikiran kita telah terisi oleh firman yang membuat kita damai sejahtera, otomatis pikiran kita pun terkontrol.

2. “Firman Tuhan itu seperti air yang membasuh bersih tubuh kita.” mendengar kalimat ini keluar dari mulut Pdt. Arif saat berkhotbah membuat damai di hati. Ini semakin menegaskan kalau membaca firman Tuhan itu tidak akan pernah membuat lo ngerasa rugi. Kalau kita sudah mengetahui ini, kenapa tidak dicoba saja?

3. “Isi pikiran dengan hal-hal yang positif.” Ini akan membantu kita menjalani hari dengan baik dan tidak stres.

4. “Jangan ungkit-ungkit kebaikan anda untuk mendapatkan kebaikan yang lain.” Kalaupun kita sudah menolong oranglain, tidak perlulah kita mengumbar-ngumbar kalau kita sudah menolongnya dan menuntut kebaikan yang sama dari orang yang telah kita tolong. Itu artinya kita tidak sungguh-sungguh dalam menolong.

5. “Kalaupun anda merasa menderita tapi anda tahu bahwa yang anda lakukan itu benar, tetap lakukan!” Untuk itulah kita dipilih Tuhan, harus memiliki kapasitas yang lebih dalam melakukan hal benar dengan totalitas.

6. “Bekerja bukan hanya untuk mendapatkan duit yang banyak”

Itulah beberapa hal ingin gue baikan. Ah, hari ini berasa jadi lebih menyenangkan jadinya :)